Jumat, 30 Oktober 2015

Artikel 7


Tulisan

Pembahasan         : Rupiah Kembali melemah

JAKARTA, KOMPAS.com
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada awal perdagangan di pasar spot Jumat (30//10/2015) masih dibayangi pelemahan.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah sempat dibuka menguat ke posisi 13.585 dibandingkan penutupan kemarin pada 13.619.  Namun, perlahan perlahan tapi pasti, Rupiah tertekan hingga kembali di atas level 13.600.


Tercatat, pukul 08.45 WIB, mata uang garuda melemah ke posisi Rp 13.647 per dollar AS.
Kamis (29/10/2015), rupiah tertekan oleh pernyataan The Fed yang membuka
Peluang Kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Di pasar spot, rupiah melorot 1,03 persen ke level Rp 13.619 per dollar AS. Namun, kurs tengah Bank Indonesia (BI) masih mencatat penguatan 0,5 persen ke posisi Rp 13.562 per dollar AS.

Menurut Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual, pergerakan rupiah searah mata uang regional dan bursa saham yang terkoreksi. "Pernyataan The Fed dibaca hawkish oleh pasar," ujarnya seperti dikutip Kontan.

Mata uang garuda semakin melemah karena minim sokongan dari dalam negeri. Data inflasi dan produk domestik bruto baru dirilis pekan depan. Itu sebabnya, prediksi David, pergerakan rupiah akhir pekan ini diwarnai sentimen eksternal.

Pendapat Penulis : 
Dalam hal ini, memang akhir-akhir ini sepertinya nilai rupiah sangat berfluktuasi. Mungkin karena beberapa hal yang kemudian menekan nilai rupiah. Jika dari sudut pandang kita sebagai masyarakat Indonesia, kita dapat membantu dengan cara perkaya produksi barang dalam Negeri. Itulah hal kecil yang kemudian dapat membantu Indonesia ini. 
Berita diatas saya dapat dari KOMPAS.com

Sumber :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar