Apa yang kalian ketahui tentang LUPUS?
Dalam blog saya ini, saya akan bercerita atau bisa dikatakan saya akan berbagi pengetahuan tentang Lupus.
Lupus, banyak orang yang belum tahu persisnya apa itu Lupus. Seperti yang diungkap dalam buku kecil yang berjudul “Care for Lupus” karya Syamsi Dhuha, Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematous.
Dalam istilah sederhana, seseorang dapat dikatakan mederita Lupus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Penyakit Lupus adalah istilah dari bahasa latin, yang artinya serigala. Mengapa begitu?
Penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi serupa dengan pipi serigala, tetapi berwarna putih.
Dalam ilmu kedokteran penyakit ini disebut Systemic Lupus Erythematous (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikannya dari kanker atau HIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibody yang akhirnya justru menyerang tubuhnya sendiri.
Beberapa penyebab penyakit Lupus
Lupus adalah penyakit peradangan kronis pada sistem persendian tubuh sehingga mampu mempengaruhi fungsi organ tubuh seperti kulit, sendi, darah, dan ginjal. Nama lain dari Lupus adalah Autoimun, dimana pada keadaan normal biasanya sistem imun atau antibody akan melindungi kita dari bakteri dan virus. Tapi ini berbalik, antibody justru menyerang diri sendiri dan menimbulkan reaksi.
• Keturunan atau ras tertentu
• Karena hormone tertentu
Produksi estrogen yang tinggi pada perempuan bisa saja menyebabkan atau memperparah penyakit Lupus. Karena menurut penelitian beberapa dokter, bahwa penderita Lupus kebanyakan kaum wanita.
• Stress berlebihan
• Penggunaan obat anti biotic seperti amoxilin, ampicilin.
• Sinar ultraviolet matahari, sinar ultraviolet lampu, dan obat-obatan berbahan dasar sulfa
Gejala Penyakit Lupus
1. Gejala umumnya adalah penderita akan sering merasa lemah, kelelahan yang berlebihan, pegal-pegal dan persendian sakit.
2. Timbulnya gangguan pada pencernaan
Seperti diare, sariawan yang terus menerus dan demam tinggi yang berkepanjangan.
Seperti diare, sariawan yang terus menerus dan demam tinggi yang berkepanjangan.
3. Penderita akan mengalami anemia, karena sel-sel darah merah akan hancur apabila mengidap penyakit ini.
4. Pada kulit penderita akan muncul ruam merah yang membentang di kedua pipi, seperti kupu-kupu. Pada kulit sang penderita akan lebih mudah terbakar apabila terkena sinar matahari.
Apabila 4 gejala tersebut sudah terlihat, sebaiknya wajib cek darah untuk memastikan anda positif atau tidak terkena Lupus.
Apabila 4 gejala tersebut sudah terlihat, sebaiknya wajib cek darah untuk memastikan anda positif atau tidak terkena Lupus.
Ada 3 Jenis Penyakit Lupus:
1. Systemic Lupus Erythematous (SLE), yang menyerang terutama kulit, darah, organ dalam seperti paru-paru, jantung, ginjal, hati, otak, dan persendian serta syaraf tubuh.
2. Cutaneus Lupus dan discoid yang menyerang kulit
3. Drug Induced Lupus (DIL), yang disebabkan oleh alergi terhadap obat-obatan tertentu sehingga gejala akan hilang dengan sendirinya jika konsumsi obat tersebut dihentikan.
Pengobatan
Karena merupakan salah satu penyakit berbahaya yang sangat tinggi resikonya, dan bahkan dapat menyebabkan kematian, penderita Lupus harus segera dan senantiasa melakukan pengobatan dan mendapat bimbingan serta dukungan medis yang mencukupi. Namun, penyakit lupus bukanlah penyakit yang mustahil untuk diobati. Banyak pengobatan yang dapat dilakukan, termasuk berobat ke dokter, mengkonsumsi obat untuk mengontrol gejala lupus dan menghambat sistem kekebalan tubh untuk bereaksi berlebihan, atau dengan melakukan pengobatan herbal.
Penyakit lupus sendiri bervariasi intensitas keparahannya, mulai dari lupus ringan hingga lupus parah yang pastinya lebih sulit ditangani, dan sering menyebabkan kemaian jika sudah semakin parah. Pengobatan lupus itu sendiri biasanya disesuaikan dengan seberapa parah dan berapa lama penyakit tersebut telah menginfeksi tubuh penderita. Dengan pengobatan yang sehat dan tepat, penderita lupus dapat melanjutkan hidup dengan normal.
Gambar penderita lupus
butterfly rash
discoid rash
Pengalaman Pribadi yang berasal dari kisah nyata saya
Awalnya kami semua tidak tahu tentang penyakit yang menyerang tubuhnya, seorang anak perempuan yang berumur (7th), yang saya tahu dia adalah gadis kecil yang periang, menggemaskan. Tapi setelah semua terungkap, semua berubah.
Ini adalah pengalaman nyata yang dialami salah satu keluarga dari Ibu saya. Dia adalah anak dari tante saya, untuk nama saya tidak bisa publikasikan (maaf).
Akhir tahun 2013 dia mengalami demam yang lumayan tinggi, obat apotik adalah pertolongan pertamanya. Demamnya pun turun, tetapi beberapa hari kemudian demamnya naik kembali dan timbul bintik-bintik merah pada permukaan kulitnya, akhirnya si ibu membawa anaknya ke dokter umum. Menurut dokter, itu adalah penyakit campak yang tidak keluar. dokter membuatkan resep yang katanya akan membantu mengeluarkan campak tersebut.
Setelah beberapa hari kemudian, demam sudah turun tetapi timbul rasa pegal-pegal yang menurut si anak itu sangat mengganggunya. Si ibu berinsiatif membawa anaknya pada tukang urut kepercayaan keluarga kami. Si tukang urut juga berpendapat sama dengan yang dikatakan dokter umum itu. Karena berfikir kalau itu tidak berbahaya, orang tua si anak biasa saja.
Waktu terus berjalan sudah sebulan lamanya, ibu dari si anak tersebut bercerita pada ibu saya kalau demam dan pegal-pegalnya tidak kunjung hilang, dan justru terlihat sedikit lebih parah. Akhirnya orang tua si anak memutuskan untuk melakukan general check up ke Rumah Sakit.
Pihak rumah sakit pada hari itu juga memutuskan bahwa si anak tidak boleh pulang, artinya si anak harus rawat inap.
Saat itu semua terungkap, kalau sang anak mengidap Autoimun.
Autoimun?
Sang orang tua tidak tahu mengenai itu, dokter hanya menjelaskan kalau itu hanya sebuah penyakit kelebihan imun dimana imun yang di produksi sangat banyak dan tidak terkendali. Selama itu sang anak hanya akan kembali terus ke rumah sakit, jika dia merasa tubuhnya sangat membahayakannya. Kehidupan sang anak hanya di lalui di rumah sakit. Bahkan sekolah bukanlah prioritas pertamanya.
Saat itu keluarga belum tahu kalau Autoimun itu adalah nama lain dari penyakit Lupus. Karena rasa penasarannya dengan Autoimun tersebut, sang ibu mencari tahu di Internet. Saat mengetahui kalau Autoimun adalah Lupus, sang ibu tidak henti-hentinya menangis.
Mengapa begitu?
Dapat kalian bayangkan, anak kecil berumur 7th mengidap autoimun. Ke empat gejala Lupus sudah ada pada dirinya, dan sampai saat ini sang anak belum tahu penyakit yang di deritanya. Menangis, merintih, dan hanya berdiam yang sekarang dia lakukan. Sampai sekarang segala pengobatan sedang dijalaninya.
Itulah sedikit cerita yang dapat saya sampaikan untuk pembaca. Semoga bermanfaat.
sumber yang membantu blog saya:
http://health.perempuan.com/penyakit-lupus-apa-bisa-disembuhkan/
http://www.penyakitlupus.net/
http://mediskus.com/penyakit/lupus-pengertian-penyebab-gejala-pengobatan.html