Bisnis
Sebelum kita membaca beberapa uraian di
bawah ini, ada yang tahu apa itu bisnis, jenis-jenisnya, pelakunya,
kegiatannya?
Jika belum tahu, ayo kita belajar
bersama tentang semua itu.
A. Definisi
Bisnis adalah suatu organisasi
yang menjual barang atau jasa kepada konsumen / bisnis lainnya, untuk
mendapatkan laba.
Secara hostoris kata bisnis
berasal dari bahasa Inggris business, dari kata busy yang berarti “sibuk” dalam
konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk
mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
Secara etimolgi, bisnis berarti
keadaan dimana seseorang/ sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang
menghasilkan keutungan.
B. Jenis- jenis Bisnis:
1. Monopsoni : Keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai
penerimaan pasokan/ menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu
pasar komoditas. Kondisi monopsoni sering terjadi di daerah-daerah perkebunan
dan industry hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga
bagi petani adalah nonsen. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan
perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan kereta api di Indonesia hanya
satu yakni KAI, oleh karena itu semua hasil produksi hanya akan di beli oleh
KAI.
2. Monopoli : (Dari bahasa Yunani: monos, satu +polien, menjual) adalah
suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual/ sering disebut
“monopolis”. Sebagai penentu harga (price maker).
Seorang monopolis
dapat menaikan/ menurunkan harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan
di produksi, semakin sedikit barang yang di produksi, semakin mahal harga
barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian penjual juga
memiliki keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu
mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari/ membuat barang
substitusi (pengganti) produk tersebut, atau akan mencarinya di pasar gelap
(black market).
3. Oligopsoni : Keadaan dimana dua/ lebih pelaku usaha
menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa
dalam suatu pasar komoditas.
4. Oligopoli : Berasal dari kata olio yang berarti
beberapa dan poli artinya penjual. Oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu
jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan
lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligapoli, setiap
perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan
pasar, dimana keuntungan mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk
persaingan mereka.
Praktek oligapoli
umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan
potensial untuk masuk ke dalam pasar dan juga menahan perusahaan-perusahaan
melakukan oligapoli sebagai salah satu untuk merasakan laba normal di bawah
tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan
kompetisi harga antar pelaku usaha oligapoli yang melakukan praktek menjadi
tidak ada.
C. Pelaku Bisnis
Pada
dasarnya, terdapat tiga jenis pelaku bisnis, yaitu:
a. Pedagang : Orang yang melakukan usaha.
Karakteristik
pedagang:
·
Bidang
usahanya biasanya tunggal, atau hanya satu.
·
Tidak
memiliki pegawai/ karyawan.
·
Minim
inovasi dan pengembangan usaha.
·
Hanya
menjalankan rutinitas usaha.
·
Pendapatan
hanya dari satu sumber, sehingga apabila sedang lesu, penghasilan berkurang.
b. Pebisnis/ pengusaha : Orang yang melakukan bisnis.
Karakteristik
pebisnis:
·
Sudah
memiliki karyawan/ satf.
·
Sudah
memiliki struktur dan sistem bisnis.
·
Memiliki
sejumlah usaha.
·
Hanya
fokus di pengembangan usaha.
·
Masih
minim inovasi dan kreativitas.
·
Pendapatan
tidak hanya dari satu sumber sehingga sudah bisa saling menutupi.
·
Meski
ada sedikit usaha pengembangan, pengusaha masih menjalani rutinitas usaha
dengan penghasilan tetap.
·
Bila
dibiarkan terus usahanya tanpa inovasi, lama kelamaan akan hancur tergerus
perkembangan zaman.
c.
Entrepreneur : Orang yang melakukan
wirausaha.
Karakteristik
entrepreneur:
·
Sudah
memiliki karyawan/ staf.
·
Sudah
menjalankan bisnis secara sistematis dan terstruktur.
·
Memiliki
sejumlah usaha.
·
Memiliki
nafsu dan mabuk pengembangan usaha.
·
Berambisi
memperluas bisnis.
·
Memiliki
inovasi dan kreativitas dalam usahanya.
·
Pandai
mengambil peluang usaha.
·
Pendapatan
bias dari berbagai sumber usahanya.
·
Rajin
mencari terobosan-terobosan baru.
D. Kegiatan Bisnis
Kegiatan bisnis bisa di lakukan
oleh siapa pun. Biasanya bisnis menjadi peluang mereka yang yang tidak memiliki
pekerjaan yang tetap. Tapi tidak semuanya kegiatan bisnis yang dilakukan dapat
berjalan lancar. Bagi pemula, bisnis
bias menguntungkan di awal atau malah sebaliknya. Oleh karena itu ada beberapa
tips untuk pemula yang melakukan bisnis.
a) Tips-tips sebagai pemula
bisnis:
1. Harus bersikap positif
2. Menjadi pribadi yang mau rendah
hati
3. Belajar bekerja secara efisien
dan efektif
4. Mau mencoba lagi dan lagi walau
sudah jatuh berkali-kali
5. Bermimpi mempunyai bisnis yang
sukses, tapi di jalan yang benar.
b) Faktor-faktor pendukung
kegiatan bisnis di Indonesia, yaitu:
1. Faktor manusia
2. Faktor keuangan
3. Faktor perencanaan
4. Faktor modal
5.
Faktor
teknologi
c) Contoh kegiatan bisnis:
1.
Membuka
usaha kecil-kecilan
2.
Mencoba
berbisnis online
3.
Menjual
jasa online
4.
Membuat
web bisnis sendiri
5.
dll
Daftar
Pustaka