Rabu, 23 Oktober 2013

Bisnis

Bisnis
Sebelum kita membaca beberapa uraian di bawah ini, ada yang tahu apa itu bisnis, jenis-jenisnya, pelakunya, kegiatannya?
Jika belum tahu, ayo kita belajar bersama tentang semua itu.
A.    Definisi
                Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen / bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
                Secara hostoris kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business, dari kata busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
                Secara etimolgi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang/ sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keutungan.

B.    Jenis- jenis Bisnis:
1.       Monopsoni    : Keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan/ menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi monopsoni sering terjadi di daerah-daerah perkebunan dan industry hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan kereta api di Indonesia hanya satu yakni KAI, oleh karena itu semua hasil produksi hanya akan di beli oleh KAI.
2.       Monopoli       : (Dari bahasa Yunani: monos, satu +polien, menjual) adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual/ sering disebut “monopolis”. Sebagai penentu harga (price maker).
Seorang monopolis dapat menaikan/ menurunkan harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan di produksi, semakin sedikit barang yang di produksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian penjual juga memiliki keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari/ membuat barang substitusi (pengganti) produk tersebut, atau akan mencarinya di pasar gelap (black market).
3.       Oligopsoni    : Keadaan dimana dua/ lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas.
4.       Oligopoli       : Berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli artinya penjual. Oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligapoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, dimana keuntungan mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk persaingan mereka.
Praktek oligapoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar dan juga menahan perusahaan-perusahaan melakukan oligapoli sebagai salah satu untuk merasakan laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga antar pelaku usaha oligapoli yang melakukan praktek menjadi tidak ada.

C.    Pelaku Bisnis
Pada dasarnya, terdapat tiga jenis pelaku bisnis, yaitu:
a.       Pedagang                             : Orang yang melakukan usaha.
Karakteristik pedagang:
·         Bidang usahanya biasanya tunggal, atau hanya satu.
·         Tidak memiliki pegawai/  karyawan.
·         Minim inovasi dan pengembangan usaha.
·         Hanya menjalankan rutinitas usaha.
·         Pendapatan hanya dari satu sumber, sehingga apabila sedang lesu, penghasilan berkurang.

b.       Pebisnis/ pengusaha          : Orang yang melakukan bisnis.
Karakteristik pebisnis:
·         Sudah memiliki karyawan/ satf.
·         Sudah memiliki struktur dan sistem bisnis.
·         Memiliki sejumlah usaha.
·         Hanya fokus di pengembangan usaha.
·         Masih minim inovasi dan kreativitas.
·         Pendapatan tidak hanya dari satu sumber sehingga sudah bisa saling menutupi.
·         Meski ada sedikit usaha pengembangan, pengusaha masih menjalani rutinitas usaha dengan penghasilan tetap.
·         Bila dibiarkan terus usahanya tanpa inovasi, lama kelamaan akan hancur tergerus perkembangan zaman.

c.        Entrepreneur                        : Orang yang melakukan wirausaha.
Karakteristik entrepreneur:
·         Sudah memiliki karyawan/ staf.
·         Sudah menjalankan bisnis secara sistematis dan terstruktur.
·         Memiliki sejumlah usaha.
·         Memiliki nafsu dan mabuk pengembangan usaha.
·         Berambisi memperluas bisnis.
·         Memiliki inovasi dan kreativitas dalam usahanya.
·         Pandai mengambil peluang usaha.
·         Pendapatan bias dari berbagai sumber usahanya.
·         Rajin mencari terobosan-terobosan baru.

D.    Kegiatan Bisnis
Kegiatan bisnis bisa di lakukan oleh siapa pun. Biasanya bisnis menjadi peluang mereka yang yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Tapi tidak semuanya kegiatan bisnis yang dilakukan dapat berjalan lancar. Bagi pemula,  bisnis bias menguntungkan di awal atau malah sebaliknya. Oleh karena itu ada beberapa tips untuk pemula yang melakukan bisnis.
a)       Tips-tips sebagai pemula bisnis:
1.       Harus bersikap positif
2.       Menjadi pribadi yang mau rendah hati
3.       Belajar bekerja secara efisien dan efektif
4.       Mau mencoba lagi dan lagi walau sudah jatuh berkali-kali
5.       Bermimpi mempunyai bisnis yang sukses, tapi di jalan yang benar.
b)      Faktor-faktor pendukung kegiatan bisnis di Indonesia, yaitu:
1.       Faktor manusia
2.       Faktor keuangan
3.       Faktor perencanaan
4.       Faktor modal
5.       Faktor teknologi
c)       Contoh kegiatan bisnis:
1.       Membuka usaha kecil-kecilan
2.       Mencoba berbisnis online
3.       Menjual jasa online
4.       Membuat web bisnis sendiri
5.       dll









Daftar Pustaka