Jumat, 24 Maret 2017



Tugas 1-Kelompok
Anggota              : 1. Astari Prananingrum
     2. Mifta Ayuningtyas Pratiwi
     3. Siti Fariza Gita



AKUNTANSI INTERNASIONAL #

Bagian I
1.     Definisi Pasar Modal
Pasar modal secara umum merupakan suatu sistem keuangan yang terorganisasi, termasuk didalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar. Adapun arti perkembangan pasar modal bagi para pelaku pasar modal dapat dilihat dari keberadaan pasar modal yang diperlukan sebagai suatu alternatif untuk menghimoun dan eksternal jangka panjang tanpa menggunakan intermediasi keuangan.
Di samping itu, pasar modal memungkinkan perusahaan menghimpun dana dalam bentuk equity dan sangat diperlukan sebagai alternatif untuk melalkukan investasi pada financial asset, dengan keberadaan pasar modal maka tersedia juga berbagi financial asset dengan resiko yang berbeda-beda.
2.     Akuntansi Internasional
Akuntansi internasional adalah akuntansi yang digunakan atau berstandar dari transaksi internasional/ transaksi antar Negara, perbandingan prinsip=prinsip akuntansi di Negara-negara yang berlainan, dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia.
Peran yang dimiliki Akuntansi Internasional serupa dengan konteks yang lebih luas, dimana lingkup pelaporannya adalah untuk perusahaan multinasional dengan transaksi dan operasi lintas batas Negara atau perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna laporan di Negara lain.
Proses akuntansinya pun tidak berbeeda dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional maupun local pada Negara tertentu. Akan tetapi, penting untuk diketahui mengenai dimensi internasional dari proses akuntansi pada tiap Negara yang berbeda. Dimana perbedaan itu meliputi, perbedaan budaya praktik bisnis, struktur politik, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi local, resiko bisnis, serta aturan perundang-undangan yang mempengaruhi perusahaan multinasional dalam melakukan kegiatan operasionalnya dan memberikan laporan keuangannya. Berikut ini ada beberapa hal yang menyatakan bahwa Akuntansi Internasional memiliki perbedaan dengan AKuntansi lainnya, yaitu :
  1. Pelaporan untuk MNC/MNE (Multi National Corporation)
  2. Batas Negara
  3. Pelaporan untuk pihak lain di Negara yang berbeda
  4. Perpajakan Internasional
  5. Transaksi Internasional
  6. Keanekaragaman akuntansi di berbagai Negara di seluruh dunia
  7. Harus dipertimbangkan karena dapat mengakibatkan perbedaan
  8. Jumlah atau angka signifikan dalam laporan keuangan
3.     Pengenalan tentang Accounting Diversity
Accounting Diversity merupakan keanekaragaman akuntansi di berbagai Negara di seluruh dunia dan harus dipertimbangakan karena dapat mengakibatkan perbedaan jumlah atau angka signifikan dalam laporan keuangan.
4.     Berikut ini adalah faktor-faktor yang berkontribusi pada Internasional Ekonomi, yaitu :
  • Faktor Psikologis dalam Hubungan Internasional
Penilaian factor psikologis dalam hubungan inetrnsional berasal dari pemahaman bahwa Negara bukanla sebuah “kotak hitam” seperti ysng dikemukakan Realisme, dan bahwa mungkin ada pengaruh-pengaruh lain terhadap keputusan kebijakan luar negri. Meneliti peran kepribadian dalam proses pembuatan keputusan bisa memiliki sejimlah kekuatan penjelas, sebagaimana halnya dengan peran mispersepsi antara berbagai actor. Penerapan utama dalam factor psikologis level submit dalam hubugan internasional adalah konsep pemikiran kelompok. Penerapan lainnya dalah kecenderungan para pembuat kebijakan untuk berpikir sevara etimologis.
  • Politik Birokrat
Melihat peran birokrasi dalam pembuatan keputusan, dan melihat keputusan sebagai hasil pertarungan internal birokratik, dan dibentuk oleh berbagai kendala.
  • Kelompok Keagamaan, Etis, dan Separatis
Melihat aspek-aspek level subunit ini memiliki kekuatan penjelas yang berkaitan dengan konflik etnisperang agama,diaspora transnasional (politik diaspora) dan aktor lain yang tidak menganggap dirinya pas dengan batas negara yang sudah ditetapkan. Ini berguna dalam konteks dunia negara lemah pra-modern.
  • Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Hubungan Internasional
Bagaimana iptek mempengaruhi kesehatan, bisnis, lingkungan, teknologi, dan pembangunan global.
  • Kulturologi Politik Internasional
Memandang bagaimana budaya dan variabel budaya memengaruhi hubungan internasional.
5.     Mengapa Akuntansi Internasional penting????
Mempelajari akuntansi Internasional sangat penting karena menyediakan informasi yang relevan kepada pembuat keputusan dalam era perdagangan internasional dan pasar global. Akuntansi Internasional didefinisikan sebagai akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi di negara – negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi.
6.     Identifikasi masalah pelaporan Internal & EKsternal yang imbul ketika Investasi dan Bisnis melampaui batas kenegaraan
Faktor lain yang turut menyumbangkan semakin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global. Penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai bukan hal yang baru, tetapi standar perbandingan yang digunakan kini melampaui batas-batas nasional adalah sesuatu yang baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional. Contoh pertanyaan yang relevan ”Apakah saya menambah nilai banyak ke pelanggan saya dibandingkan dengan rekan yang berlokasi dinegara lain?”.

Dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seseorang harus berhati-hati untuk memastikan bahwa perbandingan yang dilakukan memang benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh, alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengembalian atas ekuitas (return on equity-ROE). 

Sumber :




Bagian II
1.  Berikut ini adalah 8 faktor yang berpengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi :
  •       Sumber Pendanaan
  •       Sistem Hukum
  •       Perpajakan
  •       Ikatan Politik dan Hukum
  •       Inflasi
  •       Tingkat Perkembangan Ekonomi
  •       Tingkat Pendidikan
  •       Budaya
2.   Dalam perkembangan Akuntansi ditemukan banyaknya 4 pendekatan dalam dunia ekonomi akuntansi, yaitu sebagai berikut :
  •       Berdasarkan pendekatan Makroekonomi
  •       Berdasarkan pendekatan Mikroekonomi
  •       Berdasarkan pendekatan Independen
  •       Berdasarkan pendekatan yang Seragam     
3.   Orientasi Penyajian Wajar, Kepatuhan terhadap Hukum, dan Identifikasi Negara 
            Perbedaan penyajian wajar dan kepatuhan terhadap hukum mengalami banyak    permasahan. Ini menyangkut penyesuaian yang dilakukan terhadap pemberlakuan IFRS sebagai dasar penyajian. Beberapa masalah diantaranya :
1.       Depresiasi, di mana beban ditentukan berdasarkan penurunan kegunaan suatu aktiva selama masa manfaat ekonomi (penyajian wajar) atau jumlah yang diperbolehkan untuk tujuan pajak (kepatuhan hukum),
2.      Sewa guna usaha yang memiliki substansi pembelian aktiva tetap diperlakukan seperti itu (penyajian wajar) atau diperlakukan seperti sewa guna usaha operasi yang biasa (kepatuhan hukum)
3.      Pension dengan biaya yang diakrual pada saat dihasilkan oleh karyawan (penyajian wajar) atau dibebankan menurut dasar dibayar pada saat berhenti kerja (kepatuhan hukum).
4.      Masalah lain adalah penggunaan cadangan diskrit untuk meratakan laba dari satu periode ke periode yang lain.
        Penyajian wajar dan substansi mengungguli bentuk (substance over form) merupakan ciri utama akuntansi hukum umum. Akuntansi kepatuhan hokum dirancang untuk memenuhi ketentuan yang dikenankan pemerintah seperti perhitungan laba kena pajak atau memenuhi rencana makroekonomi pemerintah nasional. Akuntansi kepatuhan hukum akan terus digunakan dalam laporan keuangan perusahaan secara individu yang ada di Negara-negara hukum kode di mana laporan konsolidasi menerapkan pelaporan dengan penyajian wajar. Dengan cara ini, laporan konsolidasi dapat memberikan informasi kepada investor sedangkan laporan perusahaan individual untuk memenuhi ketentuan hukum. Setelah tahun 2005, seluruh perusahaan Eropa yang mencatatkan sahamnya akan menggunakan akuntansi penyajian wajar dalam laporan konsolidasinya karena mereka akan menggunakan IFRS.


Sumber :





Bagian III
1. Pelaporan Keuangan dari 5 Negara Uni Eropa ( Prancis, Jerman, Rep.Ceko, Belanda, Inggris)
  Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan merek yang dimulai pada tahun 2005. Negara-negara anggota dibebaskan untuk memperluas persyaratan ini bagi semua perusahaan, bukan hanya perusahaan yang terdaftar tetapi termasuk laporan keuangan perusahaan lain.
  Laporan keuangan IFRS terdiri atas neraca gabungan, laporan laba rugi, laporan kas, laporan perubahan ekuitas (atau laporan laba rugi dan pengeluaran yang diakui), dan catatan penjelasan. Ungkapan catatan harus mencakup :
1.        Kebijakan Akuntansi yang diikuti
2.        Penilaian yang dibuat oleh manajemen dalam menerapkan kebijakan akuntansi yang penting
3.        Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber-sumber penting tentang ketidakpastian estimasi.
2. Berikut ini adalah Persamaan dan Perbedaan pokok Sistem Akuntansi dari Negara Uni Eropa
Dalam pembahasan ini, kami melihat segi persamaan maupun perbedaan dari 5 Negara Uni Eropa berdasarkan Standar Laporan Keuangan yang mereka gunakan. Oleh sebab itu akan ada kesamaan jawaban dengan pembahasan pada nomor berikutnya.
                                            
                                                                                 Tabel 3.1
                                               Persamaan & Perbedaan Sistem Akun. Negara Uni ERopa
                                                              di lihat dari Standar Laporan Keuangan
Keterangan
Perancis
Jerman
Rep. Ceko
Belanda
Inggris
Laporan yang harus silaporkan

1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Catatan atas lap.keu
4.       Lap. Direktur
5.       Lap. Auditor
1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Lap. Manajemen
4.       Lap. Auditor
Lap.Keu harus bersifat komparatif, yaitu:
1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Catatan

1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Catatan
4.       Lap.direktur
5.       Informasi lain yang sudah ditentukan

Lap.Keu harus bersifat komparatif, yaitu:
      1.       Lap.direktur
      2.       Neraca
      3.       Lap. Arus kas
      4.       Lap.laba/rugi
     5.       Lap. Kebijakan akuntansi
      6.       Catatan
      7.       Lap.auditor
Mekanisme mengatur dan menguatkan laporan keuangan
1.       UU Akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983
1.       German Comersial Code (HGB)
2.       UU Perpajakan
3.       Lap. Keuangan

1.       Accountancy Act yang menentukan persyaratan untuk akuntansi
2.       EU Directives
3.       Perusahaan-perusahaan
1.       EU Seventh Directives sbg audit brdasarkan pemerintah.
2.       Dutch Accouting Standards
1.       EU Fouth Directives dimana menambahkan aturan hukum yang berlaku yang menyangkut.

3. Standar Laporan Keuangan Negara Uni Eropa
Berikut ini adalah penjabaran mengenai standar laporan keuangan yang di gunakan oleh 5 Negara Uni Eropa. 
                                                                                 Tabel 3.2
                                                       Standar Laporan Keuangan Negara Uni Eropa
Keterangan
Perancis
Jerman
Rep. Ceko
Belanda
Inggris
Laporan yang harus silaporkan

1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Catatan atas lap.keu
4.       Lap. Direktur
5.       Lap. Auditor
1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Lap. Manajemen
4.       Lap. Auditor
Lap.Keu harus bersifat komparatif, yaitu:
1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Catatan

1.       Neraca
2.       Lap.laba/rugi
3.       Catatan
4.       Lap.direktur
5.       Informasi lain yang sudah ditentukan

Lap.Keu harus bersifat komparatif, yaitu:
      1.     Lap.direktur
      2.       Neraca
     3.       Lap. Arus kas
      4.  Lap.laba/rugi
      5. Lap. Kebija
         kan akuntansi
      6.       Catatan
      7.       Lap.audi
              tor
4. Pengawasan Audit pada Negara Uni Eropa
    Berdasarkan keputusan European Commission tanggal 19 Januari 2011, Indonesia termasuk salah satu dari 20 negara dan teritori yang diberikan masa transisi untuk penyetaraan sistem pengawasan auditor untuk negara ketiga dan teritori sampai dengan 31 Juli 2012.
   Pada masa transisi tersebut para auditor dari 20 negara dan teritori dapat melakukan aktivitas di wilayah Uni Eropa (UE) tanpa pengawasan UE dan tanpa harus mendaftar ke otoritas UE yang kompeten, namun entitas audit wajib menyampaikan informasi yang dibutuhkan guna menjamin perlindungan terhadap para penanam modal di Eropa.
   Selanjutnya pada masa transisi tersebut, European Commission akan melakukan pemantauan dan assessment terhadap sejauh mana otoritas di 20 negara ketiga dan teritori tersebut melaksanakan komitmen yang telah disampaikan kepada UE untuk membangun sistem pengawasan publik, jaminan mutu, investigasi dan penalty bagi para auditor dan entitas audit

Sumber :




Bagian IV
1. Berikut ini adalah Persamaan & Perbedaan Sistem AKuntansi dari Negara Amerika Serikat, Mexico, Jepang, China, & India.
                                                               Tabel 4.1
                          Persamaan dan Perbedaan Sistem Akuntansi 5 Negara di bawah ini
Keterangan
Amerika Serikat
Meksiko
Jepang
Cina
India
Penggabungan usaha : pembelian atau pooling

Pembelian
Pembelian
Keduanya
Pembelian
Keduanya
Goodwill
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan   amortisasi, dan  uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan uji penurunan nilai
Kapitalisasi dan amortisasi, dan  uji penurunan nilai
Asosisasi
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Metode ekuitas
Penialian asset
Harga perolehan
Penyesuaian kisaran harga
Harga perolehan
Harga perolehan
Harga perolehan
Biaya depresiasi
Berbasis ekonomi
Berbasis ekonomi
Berbasis pajak
Berbasis ekonomi
Berbasis ekonomi
Penilaian persediaan LIFO
Boleh
Tidak digunakan
Boleh
Dilarang
Dilarang
Kemungkinan   rugi
Diakui
Diakui
Diakui
Diakui
Diakui
Cadangan untuk memutuskan pendapatan
Tidak
Tidak
Tidak
Tidak
Beberapa
2. Pengawasan Audit 5 Negara diatas.
    Lembaga pengawasan auditor telah dibentuk di beberapa negara yang telah dibahas pada bab ini. Identifikasikan lembaga pengawasan auditor yang dibahas dalam bab ini. Apa latar belakang dari pembentukan lembaga tersebut.
   Latar belakang dibuatnya lembaga pengawasan auditor di 5 negara tersebut Melihat faktor yang ada pada :
  • ·         Amerika, perekonomian terbesar rumah bagi perusahaan-perusahaan besar bertaraf multinasional
  • ·         Jepang, perekonomian tertinggi ke 2 dan rumah bisnis
  • ·         Meksiko dan India, negara kapitalis tetapi ada tekanan dari pemerintah pusat serta kepemilikan pemerintah terhadap industri penting
  • ·         China, nilai GDP perkapita dan sektor lebih besar dibandingkan negara lain

     Maka lembaga pengawasan auditor dibuat untuk encegah korupsi, kolusi dan nepotisme (kkn). Juga untuk perbaikan sistem free market serta mencegah terjadinya kecurangan-kecurangan lainnya
3. Berikut ini adalah Dasar-Dasar Prinsip dan Aturan dari Standar Akuntansi
     Prinsip akuntansi mutlak diperlukan ketika mempersiapkan laporan keuangan. Prinsip-prinsip akuntansi seperti lem yang memegang proses akuntansi bersama-sama. Misalnya, laporan keuangan memiliki tujuan keseluruhan untuk memberikan pengguna sebagai alat laporan yang berguna untuk membuat keputusan bisnis. Agar berguna, informasi akuntansi harus memiliki karakteristik tertentu, seperti praktis dan bisa diandalkan. Agar bisa diandalkan, informasi akuntansi harus berisi data yang akurat dan dapat diverifikasi. Dan agar praktis, informasi akuntansi harus dapat diprediksi, disiapkan secara tepat waktu dan dapat memberikan umpan balik yang jelas. Karakteristik lain bahwa informasi akuntansi harus konsisten, sebanding, dan bermanfaat. Selain karakteristik, aturan operasional tertentu ditetapkan kapan pendapatan dan beban dilaporkan; bagaimana beban disesuaikan dengan pendapatan; apa yang harus dilakukan ketika pilihan dapat dibuat yang mungkin melebih-lebihkan atau mengecilkan angka; dan harus diungkapkan informasi apa sehingga pembaca akan sepenuhnya memahami dimana informasi yang sedang disajikan. Ada juga asumsi dasar bahwa pembaca dapat mengandalkan informasi seperti :
§  informasi berkaitan dengan badan usaha, 
§  informasi bisnis yang berlangsung dan tidak akan berhenti operasi dalam jangka pendek,
§  informasi keuangan yang disajikan diukur dalam interval waktu tertentu seperti bulan, kuartal atau tahun,
§  informasi keuangan menggunakan unit ikuran tertentu,
§  informasi yang disajikan pada biaya historis, yaitu, saat diterima, dibayar, atau terjadinya; dan, metode akuntansi yang digunakan adalah double-entry, bukan metode lain. Ini prinsip akuntansi yang bertentangan dengan standar akuntansi. 

Standart Akuntansi
Standar akuntansi adalah perjanjian tentang bagaimana masalah akuntansi akan diperlakukan. Sebagai contoh:
§  Standar akuntansi mungkin menyatakan apakah jenis sistem persediaan sesuai dengan yang digunakan untuk jenis usaha tertentu,
§  Bagaimana sewa modal harus dicatat,
§  Berapa tahun aset tak berwujud harus diamortisasi, 
§  Metode penyusutan apa yang harus digunakan, dan sebagainya.


Sumber :