Minggu, 03 November 2013

PKTI 1A

PRINTER LASER JET
Pengertian printer adalah alat yang dipakai untuk mencetak tampilan monitor ke kertas. Informasi yang dicetak berupa teks ataupun gambar. Berdasarkan teknologi yang digunakan untuk melakukan pencetakan, macam-macam printer dapat dibedakan menjadi dot-matrix, laser jet, dan ink-jet.
Dari macam-macam jenis printer diatas, kali ini saya akan menjelaskan sedikit tentang printer laser jet. Apa yang kalian ketahui tentang printer laser jet? Lalu, bagaimana cara kerjanya? Apakah cara kerja printer ini sama dengan printer ink-jet?
Jika kalian tidak tahu. Mari kita cari tahu bersama. Check it out.
A.    Pengertian Laser-Jet
Printer laser adalah jenis printer yang menggunakan sinar laser untuk mengendalikan pencetakan. Cetakan dihasilkan oleh bubuk toner. Printer Laser biasanya dipakai untuk mencetak tulisan maupun mencetak gambar pada kertas dengan mengirim data dari komputer. Dalam printer ini ada prinsip ilmiah.
                Kira-kira prinsip ilmiah apakah yang dipakai dalam proses penggunanaan printer laser? Kita akan coba untuk mendiskusikan misteri ini pada sesi berikut ini.
B.    Prinsip yang dipakai pada printer laser adalah prinsip elektrik statis,



1.         permulaannya adalah photoreceptor drum (OPC Drum) diberi muatan positif oleh Primary Charging Roller (PCR), dengan memberikan arus listrik padanya. Kemudian printer menyorotkan sinar laser yang sangat kecil melewati permukaan photoreceptor drum untuk membentuk image tulisan atau gambar sesuai dengan data yang dikirim oleh computer  satu garis horizontal pada satu waktu. Sinar laser menyorot kan cahaya pada photoreceptor drum untuk membentuk titik dan mematikan cahaya untuk tempat kosong per halaman. Sinar laser tidak bergerak dengan sendirinya, namun sinar laser itu dipantulkan melalui cermin yang bisa bergerak sendiri. Sinar laser ini pasti berhenti pada titik  photoreceptor drum dan membentuk image electrostatic (permukaan drum yang berubah menjadi bermuatan negatif).
2.        Setelah pola image lengkap, toner yang tersimpan di toner hopper (di dalam cartridge) diambil oleh Unit Developer (magnetic sleeve).  Toner yang bermuatan positif melekat pada area photoreceptor drum yang telah membentuk image electrostastik, tapi bukan pada area yang bermuatan positif (area yang tidak terkena sinar laser).
3.        Lembar kertas (dengan muatan negative yang kuat) bergerak sepanjang sabuk dan roll diatas drum yang telah dibubuhi serbuk toner yang berpola. Kertas mendorong bubuk toner dari drum untuk berpindah melekat pada kertas sehingga pola image berserbuk toner berpindah pada kertas dan siap untuk difinishing pada fuser.
4.        Toner yang tidak menempel pada kertas dan masih melekat pada OPC Drum akan dihapus oleh Wiper Blade dan kemudian masuk ke dalam Waste Bin.



Fuser (Pemanas)
Fuser  mengeringkan serbuk toner yang telah berbentuk image pada kertas agar kuat melekat pada kertas. Kemudian kertas yang telah tercetak dikeluarkan menuju tray pengeluaran kertas pada printer. Laser Scanner Assembly. Laser Scanner biasanya terdiri dari 3 unit bagian :
1.         Laser
2.        Cermin berputar
3.        Lensa
Unit laser menerima data gambar maupun text dari komputer, lalu data tersebut dipancarkan ke drum berupa titik-titik yang membentuk text atau gambar, bertahap secara horizontal pada drum.
C.    Pendapat User tentang Printer Laser-Jet
Menurut beberapa pendapat user tentang printer laser jet adalah sebagai berikut :
·         sangat user-friendly
·          satu kualitas terbaik, atau menawarkan berbagai pilihan terbesar
·          produk kokoh, yang akan bertahan lama sebelum mogok
·          benar-benar tidak mempertimbangkan mahal fitur-fiturnya,

Printer jenis satu ini memang cukup popular di kalangan masyarakat selain printer ink-jet. Printer ini mempunyai kelebihan di bandingkan dengan printer ink-jet, printer ini tintanya cepat kering. Tetapi printer ini juga mempunyai kekurangan. Karena semakin canggihnya teknologi , harga printer ini  yang ditawarkan juga relative mahal.
Printer jenis satu ini memang cukup popular di kalangan masyarakat selain printer ink-jet. Printer ini mempunyai kelebihan di bandingkan dengan printer ink-jet, printer ini tintanya cepat kering. Tetapi printer ini juga mempunyai kekurangan. Karena semakin canggihnya teknologi , harga printer ini  yang ditawarkan juga relative mahal. Mungkin hanya sedikit informasi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat bagi yang membaca.
Terima kasih
 




Sumber/ thank’s to:

ILMU EKONOMI

SISTEM EKONOMI INDONESIA

1.       Sistem

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.

Subyek dan obyek:

·   Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat
·   Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam
·   Sistem peralatan: barang/alat
·   Sistem informasi: data, catatan, dan fakta

Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan
Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi.

2.       Sistem ekonomi dan politik
Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan.

Sistem ekonomi:

·   Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek)
·   Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan
·   Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian

Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness.

Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi.

Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri:

a)    Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
b)    Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
c)    Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi
d)    Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer
e)    Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
f)      Pengaturan motivasi usaha
g)    Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
h)    Penentuan pertumbuhan ekonomi
i)      Pengendalian stabilitas ekonomi
j)      Pengambilan keputusan
k)    Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan


Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik
KUTUB A
KONTEKS
KUTUB Z
Liberalisme
Ideoligi politik
Komunisme (menghapus hak perorangan)
Demokrasi
Rejim pemerintahan
Otokrasi  atau otoriter (kekuasaan tak terbatas)
Egaliterisme (Berderajad sama)
Penyelenggaraan kenegaraan
Etatitsme (Lebih mementingkan negara)
Desentralisme
Struktur birokrasi
Sentralisme
Kapitalisme
Ideologi ekonomi
Sosialisme
Mekanisme pasar
Pengelolaan ekonomi
Perencanaan terpusat

Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut:

·   Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
·   Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja
·   Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya

3.       Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim:

(a) Sistem ekonomi kapitalis

·         Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi
·         Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
·         Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya
·         Campur tangan pemerintah sangat minim
·         Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi
·         USA

 (b) Sistem ekonomi sosialis

·         Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi
·         Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
·         Campur tangan pemerintah sangat tinggi
·         Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat
·         USSR

(c) Sistem ekonomi campuran

·         Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara
·         Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan
·         Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja
·         Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air)
·         Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah

4.       Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas.

Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali);

·         Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45.
·         Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha.
·         Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu  atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan.
·         Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.


5.       Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini:

(a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian

Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian.

Y = C + I + G + (X-M)
Y adalah pendatan nasional.

Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah.

Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha.

(b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu.

Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme.

Percobaan  untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hinggá akhir tahun 1959.



Percobaan  untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiinggá akhir tahun 1965.


sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian
http://caturdj.wordpress.com/perekonomian-indonesia-saat-ini/

Rabu, 23 Oktober 2013

Bisnis

Bisnis
Sebelum kita membaca beberapa uraian di bawah ini, ada yang tahu apa itu bisnis, jenis-jenisnya, pelakunya, kegiatannya?
Jika belum tahu, ayo kita belajar bersama tentang semua itu.
A.    Definisi
                Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen / bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.
                Secara hostoris kata bisnis berasal dari bahasa Inggris business, dari kata busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.
                Secara etimolgi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang/ sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keutungan.

B.    Jenis- jenis Bisnis:
1.       Monopsoni    : Keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan/ menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi monopsoni sering terjadi di daerah-daerah perkebunan dan industry hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan kereta api di Indonesia hanya satu yakni KAI, oleh karena itu semua hasil produksi hanya akan di beli oleh KAI.
2.       Monopoli       : (Dari bahasa Yunani: monos, satu +polien, menjual) adalah suatu bentuk pasar dimana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual/ sering disebut “monopolis”. Sebagai penentu harga (price maker).
Seorang monopolis dapat menaikan/ menurunkan harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan di produksi, semakin sedikit barang yang di produksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian penjual juga memiliki keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari/ membuat barang substitusi (pengganti) produk tersebut, atau akan mencarinya di pasar gelap (black market).
3.       Oligopsoni    : Keadaan dimana dua/ lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan jasa dalam suatu pasar komoditas.
4.       Oligopoli       : Berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli artinya penjual. Oligopoli adalah pasar dimana penawaran satu jenis barang di kuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligapoli, setiap perusahaan memosisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, dimana keuntungan mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk persaingan mereka.
Praktek oligapoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk ke dalam pasar dan juga menahan perusahaan-perusahaan melakukan oligapoli sebagai salah satu untuk merasakan laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga antar pelaku usaha oligapoli yang melakukan praktek menjadi tidak ada.

C.    Pelaku Bisnis
Pada dasarnya, terdapat tiga jenis pelaku bisnis, yaitu:
a.       Pedagang                             : Orang yang melakukan usaha.
Karakteristik pedagang:
·         Bidang usahanya biasanya tunggal, atau hanya satu.
·         Tidak memiliki pegawai/  karyawan.
·         Minim inovasi dan pengembangan usaha.
·         Hanya menjalankan rutinitas usaha.
·         Pendapatan hanya dari satu sumber, sehingga apabila sedang lesu, penghasilan berkurang.

b.       Pebisnis/ pengusaha          : Orang yang melakukan bisnis.
Karakteristik pebisnis:
·         Sudah memiliki karyawan/ satf.
·         Sudah memiliki struktur dan sistem bisnis.
·         Memiliki sejumlah usaha.
·         Hanya fokus di pengembangan usaha.
·         Masih minim inovasi dan kreativitas.
·         Pendapatan tidak hanya dari satu sumber sehingga sudah bisa saling menutupi.
·         Meski ada sedikit usaha pengembangan, pengusaha masih menjalani rutinitas usaha dengan penghasilan tetap.
·         Bila dibiarkan terus usahanya tanpa inovasi, lama kelamaan akan hancur tergerus perkembangan zaman.

c.        Entrepreneur                        : Orang yang melakukan wirausaha.
Karakteristik entrepreneur:
·         Sudah memiliki karyawan/ staf.
·         Sudah menjalankan bisnis secara sistematis dan terstruktur.
·         Memiliki sejumlah usaha.
·         Memiliki nafsu dan mabuk pengembangan usaha.
·         Berambisi memperluas bisnis.
·         Memiliki inovasi dan kreativitas dalam usahanya.
·         Pandai mengambil peluang usaha.
·         Pendapatan bias dari berbagai sumber usahanya.
·         Rajin mencari terobosan-terobosan baru.

D.    Kegiatan Bisnis
Kegiatan bisnis bisa di lakukan oleh siapa pun. Biasanya bisnis menjadi peluang mereka yang yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Tapi tidak semuanya kegiatan bisnis yang dilakukan dapat berjalan lancar. Bagi pemula,  bisnis bias menguntungkan di awal atau malah sebaliknya. Oleh karena itu ada beberapa tips untuk pemula yang melakukan bisnis.
a)       Tips-tips sebagai pemula bisnis:
1.       Harus bersikap positif
2.       Menjadi pribadi yang mau rendah hati
3.       Belajar bekerja secara efisien dan efektif
4.       Mau mencoba lagi dan lagi walau sudah jatuh berkali-kali
5.       Bermimpi mempunyai bisnis yang sukses, tapi di jalan yang benar.
b)      Faktor-faktor pendukung kegiatan bisnis di Indonesia, yaitu:
1.       Faktor manusia
2.       Faktor keuangan
3.       Faktor perencanaan
4.       Faktor modal
5.       Faktor teknologi
c)       Contoh kegiatan bisnis:
1.       Membuka usaha kecil-kecilan
2.       Mencoba berbisnis online
3.       Menjual jasa online
4.       Membuat web bisnis sendiri
5.       dll









Daftar Pustaka